Selasa, 02 Juni 2015

Puncak Indrapura, Atap Sumatera ! Sepenggal Tanah Surga yang Tersembunyi

Puncak Indrapura, Atap Sumatera ! Sepenggal Tanah Surga yang Tersembunyi

Gunung Kerinci termasuk seven summit Indonesia. Gunung dengan ketinggian 3805 Mdpl ini menempati urutan kedua setelah puncak cartenz di Papua dan merupakan gunung api tertinggi di Indonesia dengan status yang masih aktif. Gunung ini dikelilingi hutan yang tercatat sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat dan juga merupakan bagian dari pegunungan Bukti Barisan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Keindahan dan Kemegahannya alamnya dijuluki sebagai “Sepenggal Tanah Surga yang Tersembunyi “.Keindahan Panorama yang natural dengan kekayaan Flora dan Fauna dapat dijumpai dari dataran rendah hingga puncak Indrapura. Selain itu, ada binatang khas sumatera seperti Harimau.
Periode kepengurusan Unit Kegiatan (UKM) Mahasiswa Peternakan Pencinta Alam (MATERPALA) Fakultas Peternakan Unhas 2012 hingga 2014 kembali menorehkan cerita perjalanan petualangan bernama “ Ekspedisi Kerinci KM.3 Puncak Indrapura 3805 Mdpl” Ekspedisi tahun ini berbentuk pendakian, observasi dan dokumentasi. Gunung Kerinci yang secara administrative berada di Jambi, Sumatera Barat menjadi target pendakian.
Makassar …….
Tim Ekspedisi Kerinci KM.3 Puncak Indrapura yang berjumlah 2 orang telah berangkat dari Makassar pada tanggal 21 November. Setelah pelepasan secara ceremonial di Bandara Internasional Hasanuddin Tim meninggalkan Makassar jam 09.00 wita dan tiba di Bandar Minangkabau sekitar jam 15.00 Wib yang sebelumnya transit selama 1 jam di Jakarta.  Sesampainya di Bandara Minangkabau tim melanjutkan perjalanan ke Kercik Tuo dengan menggunakan Jasa Travel. Selama kurang lebih 12 jam akhirnya tim akhirnya tiba di lokasi dengan kabut sangat tebal dengan suhu 170C. Tim memutuskan menginap satu malam di Home Stay Pak Imam. Keesokan harinya Tim disibukkan packing untuk persiapan pendakian dan mengambilan data tentang sejarah Gunung Kerinci disekitaran kaki gunung.
Perjalanan Pendakian……
Minggu. 23 Nov. 2014 suasana  pagi nan sejuk, tim mencicipi menu di home stay sebagai sarapan, Dari Tugu Macan Tim singgah mengambil gambar terlebih dahulu dan lanjut ke Pintu Rimba yang berjarak 40 menit melintasi perkebunaan teh. Saya beserta rombongan tim lainnya lebih dahulu melalukan ritual doa kepada sang pencipta.
Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian,disini terdapat lokasi air yang kurang lebih 50 m dengan lintasan yang relative melandai. Pukul 9.20 wib tim meninggalkan pintu rimba menuju ke bangku panjang yang berjarak tempuh kurang lebih 25 menit dengan ketinggian 1889 Mdpl. Pos 1 (Bangku Panjang)-Pos 2 (Batu Lumut) tim melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya dengan waktu 20 menit  Suasana yang hening dan menjumpai binatang seperti monyet, tupai dan burung. Kondisi jalanan yang becek setelah hujan tak menganggu perjalanan. Pos 2 (Batu Lumut) 2.020 Mdpl-pos 3 (Pondok Panorama). Pos Batu Lumut merupakan tempat istirahat,tempatnya yang tidak terlalu luas namun cukup memenuhi syarat untuk mendirikan camp, karena terdapat sumber air sekitar 200 m. Tim mengisi bahan bakar dengan makanan ringan (cemilan sambil ngopi). Setelah berjalan selama kurang lebih 40 menit tibalah kami di pos 3. Pos 3 (Shelter 1 ) 2.504 Mdpl. Kondisi medan yang cukup menantang kami jumpai disini dengan kemiringan 45-60 derajat dan tiba di shelter 1 dengan waktu tempuh 2 jam 20 menit, dan lanjut ke shelter 2 dengan ketinggian 3073 Mdpl, Perjalanan menuju shelter 2 terasa begitu ekstrim dan pepohonan yang tidak lagi rapat memakan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan tepatnya pukul 17.05 wib kami tiba dengan kondisi cuaca yang gerimis. Disini shelter 2 tim memutuskan mendirikan camp, karena terdapat sumber air, walaupun tempatnya agak curam.  Bahar membongkar carrier dan mengganti baju dan memasak. Sambil ngobrol dengan teman-teman dari Bandung yang menyediakan kopi. Shelter 2 (3073 Mdpl) - Shelter 3 (3351 Mdpl). 23 November 2014 pukul 3.00 saya membangun anwar dan kami masak air kemudian sarapan,pasalnya butuh kalori yang untuk bisa muncak. Sebelum muncak kami berdoa bersama kemudian meninggalkan shelter 2  pukul 3.30 dini hari. Jalur menuju shelter 3 melewati pepohonan yang cukup tinggi, kadang harus merangkap bahkan akr pohon menjadi pegangan dan pijakan . Intinya sangat Menantang ! dengan penuh keberanian tim akhirnya sampai di shelter 3 pukul 05.15 wib, sambil memandang Samudera Hindia, kota Jambi dan Padang serta antena BMKG kami mengambil gambar. Shelter 3 (3351 Mdpl)-Tuga Yuda (3800)-Puncak Indrapura (3805 Mdpl) kamipun melanjutkan perjalanan melewati jalur yang berpasir dan batuan cadas. Perjalanan menuju puncak disambut angin yang cukup kencang dengan suhu yang sangat dingin sekitar 0-50C serta aroma bau belerang yang tercium memaksa kami untuk beristirahat sejenak. Setapak demi setapak kami lalui akhirnya tiba di puncak. Saya sangat bersyukur bisa menggapai puncak atap Sumatera ini.
                                                                                  
Setelah merenung sejenak saya memandangi sekeliling puncak,sadar betapa kecilnya saya dihadapan Alam Semesta ini. Selai lebih mendekatkan diri pada Tuhan,menambah rasa syukur dengan apa yang kita miliki dan juga menciptakan sensasi kepuasan bathin,puncak Kerinci yang begitu indah diatapi cakrawala membentang biru,memiliki kawah berbentuk Kerucut. Dari sini kita jug adapt menyaksikan landscap kota jambi,Padang, Bengkulu, dan Danau Gunung Tujuh, Inilah sebuah pengalaman yang tidak bias dengan rupiah. Kami tidak lama di puncak, Karena bau belerang sudah mulai menganggu seperti biasanya turun dari gunung lebih mudah dibanding saat pendakian. Di tengah perjalanan turun kami mendata flora dan fauna yang kita jumpai. dan singgah di shelter 2 untuk makan siang. Pukul 14.35 kami melanjutkan perjalanan  menuju Pintu Rimba dan tiba sekitar pukul 17.50 wib, untuk menuju Home stay tim menggunakan jasa ojek dengan jarak tempuh 10 Menit dan menginap dua malam untuk melengkapi data. Selasa, 25 November 2014 Tim menuju Universitas Andalas Padang untuk silaturahmi selama 1 hari. Dan melanjutkan perjalanan kerumah sanak saudara Anwar Anshari dan keliling kota padang menikmati wisata budaya dan kuliner terutama masakan Padang. Pada tanggal 30 november 2014 Tim tiba di Sekretariat Materpala dengan selamat. Pada saat melakukan ekspedisi ini kami banyak sekali diberikan pelajaran terutama bagaimana bersikap lebih dewasa dikampung orang. Ekspedisi ini sudah 4 kali kami lakukan setelah Ekspedisi KM.0 Jejak Anoa Gn. Latimojong, Ekspedisi KM.1 Puncak Mahameru Gn.Semeru serta Ekspedisi KM.2 Puncak Dewi Anjani Gn.Rinjani.
Tak lupa kami dari pihak Materpala Fapet Unhas mau mengucapkan banyak – banyak terima kasih kepada Pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terutama kepada pihak Unhas yang selama ini banyak mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, kami juga mau mengucapkan banyak-banyak terima hkasih kepada pihak fakultas peternakan yang selama masih mau menjadi jembatan untuk menjalankan kegiatan – kegiatan ekspedisi ini, terkhusus juga tim kami mau mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak fajar yang selama ini mau mendukung kami dalam mempublikasikan kegiatan kami ini ,ujar Prof. Dr. Ir. Sudirman Baco, M.Sc Selaku dekan Fakultas Peternakan Unhas dan Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si WD III bidang Kemahasiswaan Fakultas Peternakan Unhas saat memberikan pengahargaan pada hari rabu tgl 3 desember 2014 diruang mejelis fakultas peternakan “Kami dari fakultas sangat mendukung kegiatan seperti ini, Jarang mahasisswa yang memiliki keberanian seperti ini, sebaiknya kegiatan seperti yang dilakukan Materpala ini harus terus dilaksanakan tiap tahunnya.
            “Kami dari pihak pengurus materpala“ ini bukan kegiatan yang terakhir kalinya kami lakukan, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan tiap kepengurusan, baik itu tingkatan nasional dan internasional sekalipun”
NEVER STOP EXPLORING …………! FORZA MATERPALA UNHAS


By : Tim KM.3

Silaturahmi bro Hipocrates Emergency Team, FK Universitas Andalas, Padang
                                                                          Pintu Rimba, 23 November 2015

                                                                                                Puncak Indrapura, 24 November 2014