Gunung
Kerinci termasuk seven summit Indonesia. Gunung dengan ketinggian 3805 Mdpl ini
menempati urutan kedua setelah puncak cartenz di Papua dan merupakan gunung api
tertinggi di Indonesia dengan status yang masih aktif. Gunung ini dikelilingi
hutan yang tercatat sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat dan juga merupakan
bagian dari pegunungan Bukti Barisan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Keindahan dan Kemegahannya alamnya dijuluki sebagai “Sepenggal Tanah Surga yang
Tersembunyi “.Keindahan Panorama yang natural dengan kekayaan Flora dan
Fauna dapat dijumpai dari dataran rendah hingga puncak Indrapura. Selain itu,
ada binatang khas sumatera seperti Harimau.
Periode kepengurusan Unit Kegiatan
(UKM) Mahasiswa Peternakan Pencinta Alam (MATERPALA) Fakultas Peternakan Unhas
2012 hingga 2014 kembali menorehkan cerita perjalanan petualangan bernama “ Ekspedisi
Kerinci KM.3 Puncak Indrapura 3805 Mdpl” Ekspedisi tahun ini berbentuk pendakian,
observasi dan dokumentasi. Gunung Kerinci yang secara administrative
berada di Jambi, Sumatera Barat
menjadi target pendakian.
Makassar …….
Tim
Ekspedisi Kerinci KM.3 Puncak Indrapura yang berjumlah 2 orang telah berangkat
dari Makassar pada tanggal 21 November. Setelah pelepasan secara ceremonial di
Bandara Internasional Hasanuddin Tim meninggalkan Makassar jam 09.00 wita dan
tiba di Bandar Minangkabau sekitar jam 15.00 Wib yang sebelumnya transit selama
1 jam di Jakarta. Sesampainya di Bandara
Minangkabau tim melanjutkan perjalanan ke Kercik Tuo dengan menggunakan Jasa
Travel. Selama kurang lebih 12 jam akhirnya tim akhirnya tiba di lokasi dengan
kabut sangat tebal dengan suhu 170C. Tim memutuskan menginap satu
malam di Home Stay Pak Imam. Keesokan harinya Tim disibukkan packing untuk
persiapan pendakian dan mengambilan data tentang sejarah Gunung Kerinci disekitaran
kaki gunung.
Perjalanan Pendakian……
Minggu. 23 Nov. 2014 suasana pagi nan sejuk, tim mencicipi menu di home
stay sebagai sarapan, Dari Tugu Macan Tim singgah mengambil gambar terlebih
dahulu dan lanjut ke Pintu Rimba yang berjarak 40 menit melintasi perkebunaan
teh. Saya beserta rombongan tim lainnya lebih dahulu melalukan ritual doa
kepada sang pencipta.
Pintu
Rimba merupakan gerbang awal pendakian,disini terdapat
lokasi air yang kurang lebih 50 m dengan lintasan yang relative melandai. Pukul
9.20 wib tim meninggalkan pintu rimba menuju ke bangku panjang yang berjarak
tempuh kurang lebih 25 menit dengan ketinggian 1889 Mdpl. Pos 1 (Bangku Panjang)-Pos 2 (Batu Lumut) tim melanjutkan
perjalanan menuju pos berikutnya dengan waktu 20 menit Suasana yang hening dan menjumpai binatang
seperti monyet, tupai dan burung. Kondisi jalanan yang becek setelah hujan tak
menganggu perjalanan. Pos 2 (Batu Lumut)
2.020 Mdpl-pos 3 (Pondok Panorama). Pos Batu Lumut merupakan tempat
istirahat,tempatnya yang tidak terlalu luas namun cukup memenuhi syarat untuk mendirikan
camp, karena terdapat sumber air sekitar 200 m. Tim mengisi bahan bakar dengan
makanan ringan (cemilan sambil ngopi). Setelah berjalan selama kurang lebih 40
menit tibalah kami di pos 3. Pos 3
(Shelter 1 ) 2.504 Mdpl. Kondisi medan yang cukup menantang kami jumpai
disini dengan kemiringan 45-60 derajat dan tiba di shelter 1 dengan waktu
tempuh 2 jam 20 menit, dan lanjut ke shelter 2 dengan ketinggian 3073 Mdpl,
Perjalanan menuju shelter 2 terasa begitu ekstrim dan pepohonan yang tidak lagi
rapat memakan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan tepatnya pukul 17.05 wib kami
tiba dengan kondisi cuaca yang gerimis. Disini shelter 2 tim memutuskan
mendirikan camp, karena terdapat sumber air, walaupun tempatnya agak
curam. Bahar membongkar carrier dan
mengganti baju dan memasak. Sambil ngobrol dengan teman-teman dari Bandung yang
menyediakan kopi. Shelter 2 (3073 Mdpl) -
Shelter 3 (3351 Mdpl). 23 November 2014 pukul 3.00 saya membangun anwar dan
kami masak air kemudian sarapan,pasalnya butuh kalori yang untuk bisa muncak. Sebelum
muncak kami berdoa bersama kemudian meninggalkan shelter 2 pukul 3.30 dini hari. Jalur menuju shelter 3
melewati pepohonan yang cukup tinggi, kadang harus merangkap bahkan akr pohon
menjadi pegangan dan pijakan . Intinya sangat Menantang ! dengan penuh
keberanian tim akhirnya sampai di shelter 3 pukul 05.15 wib, sambil memandang
Samudera Hindia, kota Jambi dan Padang serta antena BMKG kami mengambil gambar.
Shelter 3 (3351 Mdpl)-Tuga Yuda (3800)-Puncak
Indrapura (3805 Mdpl) kamipun melanjutkan perjalanan melewati jalur yang
berpasir dan batuan cadas. Perjalanan menuju puncak disambut angin yang cukup
kencang dengan suhu yang sangat dingin sekitar 0-50C serta aroma bau
belerang yang tercium memaksa kami untuk beristirahat sejenak. Setapak demi
setapak kami lalui akhirnya tiba di puncak. Saya sangat bersyukur bisa menggapai
puncak atap Sumatera ini.
Setelah merenung sejenak saya memandangi
sekeliling puncak,sadar betapa kecilnya saya dihadapan Alam Semesta ini. Selai
lebih mendekatkan diri pada Tuhan,menambah rasa syukur dengan apa yang kita
miliki dan juga menciptakan sensasi kepuasan bathin,puncak Kerinci yang begitu
indah diatapi cakrawala membentang biru,memiliki kawah berbentuk Kerucut. Dari sini
kita jug adapt menyaksikan landscap kota jambi,Padang, Bengkulu, dan Danau
Gunung Tujuh, Inilah sebuah pengalaman yang tidak bias dengan rupiah. Kami
tidak lama di puncak, Karena bau belerang sudah mulai menganggu seperti
biasanya turun dari gunung lebih mudah dibanding saat pendakian. Di tengah
perjalanan turun kami mendata flora dan fauna yang kita jumpai. dan singgah di
shelter 2 untuk makan siang. Pukul 14.35 kami melanjutkan perjalanan menuju Pintu Rimba dan tiba sekitar pukul
17.50 wib, untuk menuju Home stay tim menggunakan jasa ojek dengan jarak tempuh
10 Menit dan menginap dua malam untuk melengkapi data. Selasa, 25 November 2014
Tim menuju Universitas Andalas Padang untuk silaturahmi selama 1 hari. Dan
melanjutkan perjalanan kerumah sanak saudara Anwar Anshari dan keliling kota
padang menikmati wisata budaya dan kuliner terutama masakan Padang. Pada tanggal
30 november 2014 Tim tiba di Sekretariat Materpala dengan selamat. Pada saat
melakukan ekspedisi ini kami banyak sekali diberikan pelajaran terutama bagaimana
bersikap lebih dewasa dikampung orang. Ekspedisi ini sudah 4 kali kami lakukan setelah
Ekspedisi KM.0 Jejak Anoa Gn. Latimojong,
Ekspedisi KM.1 Puncak Mahameru Gn.Semeru
serta Ekspedisi KM.2 Puncak Dewi Anjani
Gn.Rinjani.
Tak
lupa kami dari pihak Materpala Fapet Unhas mau mengucapkan banyak – banyak terima
kasih kepada Pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terutama kepada pihak
Unhas yang selama ini banyak mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, kami juga
mau mengucapkan banyak-banyak terima hkasih kepada pihak fakultas peternakan
yang selama masih mau menjadi jembatan untuk menjalankan kegiatan – kegiatan
ekspedisi ini, terkhusus juga tim kami mau mengucapkan banyak terima kasih kepada
pihak fajar yang selama ini mau mendukung kami dalam mempublikasikan kegiatan
kami ini ,ujar Prof. Dr. Ir. Sudirman Baco, M.Sc Selaku dekan Fakultas Peternakan
Unhas dan Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si WD III bidang Kemahasiswaan Fakultas
Peternakan Unhas saat memberikan pengahargaan pada hari rabu tgl 3 desember
2014 diruang mejelis fakultas peternakan “Kami dari fakultas sangat mendukung kegiatan
seperti ini, Jarang mahasisswa yang memiliki keberanian seperti ini, sebaiknya kegiatan
seperti yang dilakukan Materpala ini harus terus dilaksanakan tiap tahunnya.
“Kami dari pihak pengurus materpala“
ini bukan kegiatan yang terakhir kalinya kami lakukan, kegiatan seperti ini akan
terus kami lakukan tiap kepengurusan, baik itu tingkatan nasional dan internasional
sekalipun”
NEVER STOP EXPLORING …………! FORZA
MATERPALA UNHAS
By
: Tim KM.3
Pintu Rimba, 23 November 2015